makalah belajar(final) oleh faisal

I. LATAR BELAKANG

Pendidikan telah berlangsung sejak awal peradaban dan budaya manusia. Bentuk dan cara pendidikan itu telah mengalami perubahan, sesuai dengan perubahanzaman dan tuntutan kebutuhan. Pada awal peradaban, para orang tua bersamakelompoknya bertanggung jawab dalam mendidik anak-anak mereka sehinggamencapai kedewasaan. Bila orang tuanya hidup denagan bertani , maka anak anaknya pun diajar bertani melalui pengalaman langsung. Demikian juga jikaorangtuanya berdagang, maka anaknyapun diajar berdagang.Pada masa itu belumada program pendidikan yang dilaksanakan di luar lingkungan keluarga ataukelompok oleh orang-orang di luar keluarga/kelompok, atau pendidikan yang terstruktur. Sampai pada dimana pendidikan yang dilaksanakan dari telah berhasilmengembangbiakkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan.
Pendidikan adalah sesuatu yang universal dan berlangsung terus tak terputus darigenerasi ke generasi di manapun di dunia ini. Upaya memanusiakan manusiamelalui pendidikan itu diselenggarakan sesuai tujuan pendidikan denganpandangan hidup dan dalam latar sosial kebudayaan setiap masyarakat tertentu,termasuk di Indonesia.Tujuan dapat tercapai dengan melakukan proses pendidikan, yaitu kegiatan yangmemobilisas setiap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepadapencapaian tujuan. Yang menjadi tujuan utama pengelolaan proses pendidikanyaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajaryang optimal.

1.2. PERMASALAHAN
• Bagaimana proses pembelajaran dan pengalaman belajar akan berjalan dengan optimal?
• Teknologi pembelajaran yang bagaimana dipergunakan oleh pendidik agar proses pembelajaran dan pengalaman belajar akan berjalan dengan optimal? dan.
• Apa peran komunikasi dalam pendidikan, dan proses pembelajaran?

1.3 TUJUAN
Adapun tujuan dari penyusunan makalah persentasi dan pembahasan ini adalah :
1. Agar mahasiswa, pembaca memahami beberapa dasar teori pendidikan dan konsep pendidikan.
2. Agar setiap mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuannya tentang dasar teori pendidikan dan konsep pendidikan dalam pemecahan masalah belajar dalampendidikan dan tugasnya sehari hari.
3. Memahami teknologi pembelajaran yang dapat menciptakan proses belajar danpengalaman belajar yang optimal.
4. Memahami bahwa komuniikasi mempengaruhi hasil pembelajaran.

II. PEMBAHASAN

2.1. Definisi Pendidikan
Pendidikan bagi sebagian orang, berarti berusaha membimbing anak untuk menyerupai orang dewasa, sebaliknya bagi Jean Piaget ( 1896 ) pendidikan berarti menghasilkan, mencipta, sekalipun tidak banyak, sekalipun suatu penciptaan dibatasi oleh pembandingan dengan penciptaan yang lain. Pandangan tersebut memberi makna bahwa pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Dalam arti sempit pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umunya di sekolah sebaga ilembaga pendidikan formal. Ilmu disebut juga pedagogik, yang merupakan terjemahan dari bahasa Inggris yaitu ” Pedagogics ”. Pedagogics sendiri berasaldari bahasa Yunani yaitu ” pais ” yang artinya anak, dan ” again ”
yang artinya membimbing. Poerbakwatja dan Harahap ( 1982 : 254 ) mengemukakan pedagogik mempunyai dua arti yaitu :
(1) peraktek, cara sesorang mengajar; dan
(2) ilmu pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dan metode mengajar,membimbing, dan mengawasi pelajaran yang disebut juga pendidikan.Orang yang memberikan bimbingan kepada anak disebut pembimbingatau ” pedagog”, dalam perkembangannya, istilah pendidikan ( pedagogy ) berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan kepada anak oleh orang dewasasecara sadar dan bertanggung jawab.

Dalam dunia pendidikan kemudian tumbuh konsep pendidikan seumur hidup (lifelong education ), yang berarti pendidikan berlangsung sampai mati, yaitu pendidikan berlangsung seumur hidup dalam setiap saat selama ada pengaruh lingkungan. Untuk memberi pemahaman akan batasan pendidikan berikut ini dikemukakan sejumlah batasan pendidikan yang dikemukan para ahli yaitu :
(1) Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan ( Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1991 ).
(2) Dalam pengertian yang sempit pendidikan berarti perbuatan atau proses perbuatan untuk memperoleh pengetahuan ( McLeod, 1989 ).
(3) Pendidikan ialah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segalalingkungan dan sepanjang hidup serta pendidikan dapat diartikan sebagaipengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikanformal ( Mudyahardjo, 2001:6 )
(4) Dalam pengertian yang agak luas pendidikan diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan( Muhibinsyah, 2003:10 )
(5) Artinyapendidikan adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk dengan pengaruhnya meningkatkan si anak ke kedewasaan yang selalu diartikan mampu menimbulkan tanggung jawab moril dari segala perbuatannya( Poerbakawatja dan Harahap, 1981 ).
(6) Menurut John Dewey, 1985) pendidikan merupakan proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik menyangkut daya pikir atau daya intelektual, maupun daya emosional atau perasaan yang diarahkan kepadatabiat manusia dan kepada sesamanya.
(7) Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan,pengenalan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilanyang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara ( UUSPN No. 20Tahun 2003 ).

2.2. Batasan-batasan Pendidikan
a. Pendidikan sebgaai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi lain. Ada 3 bentuk tranformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujurn, rasa tanggung jawab dan lain-lain, yang kurang cocok diper baharui, misalnya tata cara pesta perkawinan dan yang tidak cocok diganti misalnya pendidikan seks yang dulu ditabukan diganti dengan pendidikan seks melalui pendidikan formal.
b. Pendidikan sebagai proses pembentukan diri, diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik.
c. Pendidikan sebagai proses penyiapan warga negara, diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.. hal ini ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 yang menyatakan bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tak ada kecualinya.
d. Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja, diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bakal dasar bekerja. Pembentukan dasar berupa sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

2.3 Hakekat dan Teori Pendidikan
Mudyahardjo ( 2001:91 ) menegaskan bahwa sebuah teori berisi konsep-konsep, ada yang berfungsi sebagai :
asumsi atau konsep-konsep yang menjadi dasar/titik tolak pemikiran sebuahteorib. definisi konotatif atau denotatif atau konsep-konsep yang menyatakanmakna dari istilah-istilah yang dipergunakan dalam menyusun teori.
Asumsi pokok pendidikan adalah :
a. pendidikan adalah aktual, artinya pendidikan bermula dari kondisi-kondisiaktual dari individu yang belajar dab lingkungan belajarnya;
b. pendidikan adalah normatif, artinya pendidikan tertuju pada mencapai hal-hal yan baik atau norma-norma yang baik, dan
c. pendidikan adalah suatu proses pencapaian tujuan, artinya pendidikanberupa serangkaian kegiatan bermula dari kondisi-kondisi aktual danindividu yang belajar, tertuju pada pencapaian individu yang diharapkan.Pendidikan dipandang dari sudut keilmuan tertentu seperti

2.4. Hubungan Pendidikan dengan Pengajaran
Pada dasarnya ”mengajar” adalah membantu ( mencoba membantu )seseorang untuk mempelajari sesuatu dan apa yang dibutuhkan dalam belajar itu tidak ada kontribusinya terhadap pendidikan orang yang belajar. Artinya mengajar pada hakekatnya suatu proses, yakni proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar siswa sehingga menumbuhkandan mendorong siswa belajar. Hal ini akan dapat terwujud jika dilakukanmelalui proses pengajaran dengan strategi pelaksanaan melalui :
1. Bimbingan yaitu pemberian bantuan,arahan,motivasi,nasihat danpenyuluhan agar siswa mampu mengatasi,memecahkan danmenanggulangi masalahnya sendiri.
2. Pengajaran yaitu bentuk kegiatan dimana terjalin hubungan interaksi dalamproses belajar dan mengajar antara tenaga kependidikan dengan pesertadidik.3. Pelatihan yaitu sama dengan pengajaran khususnya untuk mengembangkanketerampilan tertentu.Menurut Langford (1978) yang penting hubungan yang relevan bukanlahantara pengajaran dengan pendidikan tetapi antara pengajaran sebagai suatuprofesi dengan pendidikan.

2.5. Fungsi Pendidikan
Fungsi pendidikan adalah menghilangkan segala sumber penderitaanrakyat dari kebodohan dan ketertinggalan. Sedangkan menurut UUSPN No.20tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsimengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsayang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

2.6. Konsep dan Makna Belajar (Konsep Belajar)
Belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengantujuan dan bahan acuan interaksi, baik yang bersifat eksplisit maupun implisit(tersembunyi). Untuk menangkap isi dan pesan belajar, maka dalam belajar tersebut individu menggunakan kemampuan pada ranah-ranah :
a. Kognitif yaitu kemampuan yang berkenaan dengan pengetahuan, penalaranatau pikiran terdiri dari kategori pengetahuan, pemahaman, penerapan,analisis, sintesis dan evaluasi.
b. Afektif yaitu kemampuan yang mengutamakan perasaan, emosi, dan reaksi-reaksi yang berbeda dengan penalaran yang terdiri dari kategoripenerimaan, partisipasi, penilaian sikap, organisasi dan pembentukan polahidup.
c. Psikomotorik yaitu kemepuan yang mengutamakan keterampilan jasmaniterdiri dari persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa,gerakan kompleks, penyesuaian pola gerakan dan kreativitas.

2.7. Makna dan Ciri Belajar
Menurut para ahli belajar dapat diartikan sebagai proses orangmemperoleh berbagai kecakaapn, keterampilan dan sikap. Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks, sebagai tindakan,maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri.Setiap perilaku belajar ditandai oleh ciri-ciri perubahan yang spesifik antara lain : belajar menyebabkan perubahan pada aspek-aspek kepribadian yang berfungsi terus menerus, belajar hanya terjadi daripengalaman yang bersifat individual, belajar merupakan kegiatan yangbertujuan kearah yang ingin dicapai, belajar menghasilkan perubahan yangmenyeluruh, melibatkan selusuh tingkah laku secara integral, belajar adalah proses interaksi dan belajar berlangsung dari yang paling sederhanasampai pada yang kompleks.

2.8. Prinsip-Prinsip Belajar
Ada berbagai prinsip belajar yang dikemukan oleh para ahlipsikologi pendidikan terjadi dan diikuti dengan keadaan memuaskan makahubungan itu diperkuat, Spread of effect yaitu emosional yang mengiringi kepuasan itu tidak terbatas kepada sumber utama pemberi kepuasan tetapikepuasan mendapat pengetahuan baru, law of exercice yaitu hubunganantara perangsang dan reaksi diperkuat dengan latihan dan penguasaan,dan law of primacy yaitu hasil belajar yang diperoleh melalui kesanpertama akan sulit digoyahkan. Beberapa prinsip atau kaidah dalam proses pembelajaran sebagaihasil eksperimen para ahli psikologi yang berlaku secara yaitu : motivasi, pembentukan, kemajuan dan keberhasilan proses belajar mengajar,feedback, response, trial and error , transfer dalam belajar dapat bersifatpositif atau negatif dan proses belajar yang bersifat individual.

2.9. Syarat Agar Peserta Didik Berhasil Belajar
Agar peserta didik dapat berhasil belajar diperlukan persyaratansebagai berikut : kemampuan berpikir yang tinggi bagi para siswa,menimbulkan minat yang tinggi terhadap mata pelajaran, bakat dan minatyang khusus, menguasai bahan-bahan dasar yang diperlukan untuk meneruskan pelajaran, menguasai salah satu bahasa asing, stabilitas psikis,kesehatan jasmani, kehidupan ekonomi yang memadai, menguasai teknik belajar disekolah dan diluar sekolah.

2.10. Cara Belajar yang Baik
Cara belajar baik secara umum yaitu : belajar secara efisien,mampu membuat berbagai catatan, mampu membaca, siap belajar,keterampilan belajar, memahami perbedaan belajar pada tingkatan sekolahseperti SD, SMP, dan SMU, dukungan orang tua yang paham akanperbedaan, status harga diri lebih kurang.Menurut Rusyam cara dan teknik mengatasi kesulitan belajar adalah : menetapkan target belajar, menghindari saran dan kritik yangnegatif, menciptakan situasi belajar, menyelenggarakan remedial program,dan memberi kesempatan agar peserta didik memperoleh pengalamanyang sukses.16

III. KESIMPULAN DAN SARAN

3.1. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan antara lain.Pendidikan adalah usaha atau kegiatan yang dijalankan dengan sengaja, teratur,dan berencana dengan maksud mengubah tingkah laku manusia kearah yang diinginkan. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang Pendidikan adalah proses yng berlangsung seumur hidup. Prinsip ini jugamengharuskan adanya kontinuitas dan sinkronisasi dari pendidikan yangberlangsung di sekolah maupun diluar sekolah. Belajar dapat diperoleh dari siapa saja dan apa saja, baik yang disengaja dirancangmaupun yang diambil manfaatnya.kualitas proses dan pencapaian hasil pendidikan yang optimal harus menggunakanteknologi pendidikan. Dalam Proses pembelajaran, teknologi merupakan pengembangan, penerapan, penilaian sistem, teknik dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkankualitas belajar manusia.Semua itu dapat terwujud dengan adanya komunikasi.

3.2. Saran
Adanya teknologi di bidang Komunikasi dan Informasi mempengaruhi hasil pembelajaran, sehingga dibutuhkan lebih banyak pembinaan di sekolah sekolah untuk pemanfaatan media tersebut agar hasil yng dinginkan tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

http://dinaict,blogspot.com
Miarso, Yusufhadi. 2007. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Kencana .Edisi I Cetakan
3 . Jakarata
Syukur, fatah. 2005. Teknologi Pendidikan.RaSAIL.Edisi Pertama.Semarang
Prawiradilaga, Dewi Salma dan Siregar, Evelione, 2007.
Mozaik tenologi pendidikan, Kencana . Jakarta
Tirtaraharja, Sula. 1995. Pengantar Pendidikan. Rineka Cipta. Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s